KMG Mengadakan Kelas Inspirasi Untuk Berbagi Semangat Kepada pelajar Desa

Pendidikan merupakan salah satu cara mengentaskan kemiskinan dan merubah pola pikir Masyarakat Desa. Banyak yang beranggapan bahwa pendidikan hanya bisa dikenyam oleh orang kaya saja. Namun, anggap ini tidak selamanya benar. Karena banyak orang sukses dan mempunyai masa depan yang mapan berasal dari kalangan keluarga yang tidak mampu. Kunci keberhasilan mereka ditempuh dengan berani, berusaha dan berdo`a.
Kamis, 7 Maret 2019 (KMG) Keluarga Mahasiswa Glingseran mengadakan Kelas Inpirasi yang bertempat di SDN Glingseran. KMG sendiri merupakan organisasi mahasiswa yang baru lahir dari putra-putri terbaik Desa Glingseran.
65 pelajar Sekolah Menengah Atas diundang sebagai peserta. Kami patut bangga karena undangan yang datang 61 pelajar yang berasal dari desa Glingseran. Hal ini dilakukan setelah panitia mempertimbangkan bahwa dibangku sekolah dengan usia yang belia mereka masih punya mimpi dan masa depan yang perlu ditata sejak dini.
KMG mewadahi gerakan mahasiswa sebagai fasilitator bagi anak-anak desa demi membangun pendidikan yang lebih baik. Dalam kegiatan ini pemateri yang mengisi kelas inpirasi berasal dari kalangan penulis buku dan akademisi diantaranya: Jaswanto, penulis buku novel. Mochammad Rifa`i, pertukaran mahahasiswa luar negeri dan Dr. Abu Khaer, Dosen sekaligus aktivis sosial.
Pemateri bukan saja menyampaikan motivasi tetapi juga berbagi informasi terkait beasiswa yang bisa didapatkan ketika ingin melanjutkan studi ke Perguruaan Tinggi Negeri.
Taufikur Rahman selaku Ketua Umum dari KMG berharap kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekarang, tetapi bisa diagendakan untuk tahun ajaran baru dan meminta pihak birokrasi mulai dari Kepala Desa sampai Wakil Bupati dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa merealisasikan program-program beasiswa yang sifatnya membantu warga yang tidak mampu sesuai dengan apa yang telah disampaikan dalam sambutannya.
Dana desa juga turut membantu dalam memfasilitasi kegiatan KMG seperti apa yang telah disampaikan Sulaedi sebagai Kepala Desa Glingseran. Berharap KMG sendiri dapat menjadi salah satu wadah penggerak desa.

Wakil bupati Bondowoso H. Irwan Bahtiar Rahmat, SE. M.si dalam sambutannya, mengatakan bahwa Bondowoso hingga saat ini masih masuk kategori sebagai kabupaten termiskin dan tertinggal.

Menurutnya, ada banyak indikator yang menjadi penyebab salah satunya yakni masih rendahnya angka rata-rata lama sekolah, yang masih berkisar 5,5 tahun. Ini menunjukkan bahwa banyak warga Bondowoso yang tidak lulus SD.

Kondisi ini berpengaruh terhadap beberapa permasalahan Bondowoso yang lain, seperti tingginya kemiskinan, tingginya Kematian Bayi (AKB), angka harapan hidup masih rendah dan tingginya angka pernikahan dini.
Maka dari itu kami atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi atas selenggarakannya acaran KMG ini semoga bermanfaat dan bisa membantu penurunan angka Buta aksara.” imbuhnya (*/ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Skip to toolbar