“Taman Budaya” Potensi Yang Terlupakan

“Taman Budaya” Potensi Yang Terlupakan

Lima tahun terakhir ini, perkembangan wisata mengalami perkembangan pesat, sebut saja salah satu tetangga Bondowoso yakni Kabupaten Banyuwangi, “siapa yang tidak kenal” dengan destinasi wisata di Kabupaten Banyuwangi ??? pertanyaan mendasar tersebut bisa digunakan sebagai  tolak ukur majunya perkembangan wisata tentunya. Selanjutnya, kami sebagai warga Desa Glingseran Kabupaten Bondowoso perlu rasanya mengaca kepada perkembangan wisata di Banyuwangi yang segnifikan dan tertata rapi dengan menggerakan semua struktur satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang saling bersinergi, sehingga eksis atau tidaknya objek wisata bergantung kepada kemampuan kita melakukan eksplorasi dan mengemasnya (package) dalam wadah yang menarik melalui festival-festival seperti di Banyuwangi. Perlu kami tekankan kembali, bahwa bukan maksud melebih-lebihkan dan mendewakan perkembangan pesat di Banyuwangi sektor pariwisata khususnya, maka perlu bagi kita semua untuk mencontoh bagaimana proses perkembangan pesat tersebut dapat menggerakkan perekonomian, inilah yang menjadi tujuan utama kami sebagi warga Desa Glingseran tentunya dengan harapan besar menjadi bangsa yang lebih maju bermodalkan semangat, dan harapan untuk mandiri dalam bidang ekonomi.

Desa Glingseran bisa dibilang sebagai wanita cantik yang tidak diperlakukan khusus melalui perawatan kecantikan, maka hasilnya jelek. Dasar kami menyatakan tersebut karena Desa Glingseran memiliki potensi pemandangan alam, tersebarnya situs cagar budaya diberbagai tempat, dan hal tersebut hanya ada di Desa Glingseran, Sudah Penasaran Apa Belum ???, berikut kami sajikan khusus untuk pembaca sekalian agar menambah daftar wawasan perjalanan wisata anda.

Tolong perhatikan gambar dibawah dengan seksama, terdapat perbedaan warna

Pemandian Dewi Rengganis

air sungai yaitu berwarna jernih dan berwarna keruh agak kecoklatan, padahal keduanya merupakan air sungai, berdasarkan kepercayaan masyarakat Glingseran “air dengan warna jernih” di sungai tersebut merupakan tempat pemandian Dewi Rengganis dan masyarakat percaya dapat awet muda, terlepas dari kungkungan mitos tersebut. Hal menarik dari air yang berwarna jernih tersebut ialah tidak pernah keruh meskipun terjadi banjir, inilah faktanya. Jika pembaca sekalian tidak percaya dengan penyampain kami, silahkan buktikan sendiri datanglah ke Taman Budaya yang terdapat di Desa Glinseran perbatasan dengan Banyuputih.

Pembahasann selanjutnya tetap di sekitar komplek Taman Budaya Glingseran yaitu terdapat dua buah batu aneh (gbr 1&2) menyerupai katak/kodok dlm bahasa Indonesia, batu katak satu mirip seokor kodok yang sedang berdiri, sedangkan batu katak dua mirip kodok yang sedang tidur. Kedua, air terjun sulaiman (gbr 3) yang dipercaya terdapat sumur gaib tepat dibawah guyuran air terjunnya yang belum diketahui kedalamannya “kami ingatkan untuk berhati-hati bagi pengunjung”. Ketiga, tentunya pemandangan alam (gbr 4) berlatar pegunungan Argopuro beserta hamparan sawah mirip yang mirip di Bali membuat terbelalaknya mata terhipnotis akan keindahannya, sangat cocok dijadikan background foto pernikahan dan lainnya. Jadi, Taman Budaya merupakan potensi wisata yang belum banyak diketahhui oleh khalayak umum, kami tunggu kehadiran anda sekalian. 28/10/16.

Penulis: Tim Komunitas Glingseran.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Skip to toolbar