Kemarau Basah Di Desa Glingseran, Semua Petani Tembakau Mengeluh Gagal Panen

Kemarau Basah Di Desa Glingseran, Semua Petani Tembakau Mengeluh Gagal Panen

 

hGlingseran, jumat 28 oktober 2016

Desa glingseran aset yg paling besar adalah petani tembakau dan sudah menjadi sandang pangan  tahunan bagi warga, namun saat ini karena musim hujan berkepanjangan para petani banyak mengeluh karna gagal panen.

Halili selaku petani tembakau asal Desa Glingseran menuturkan bahwa tahun lalu tembakau kualitasnya lebih baik daripada tahun sekarang, akibat cuaca sangat tidak mendukung untuk pengeringan tembakau yang baru dirajang, dan pada saat ini tembakau banyak yang kurang bagus sehingga banyak kerugian.

untuk penanaman tahun lalu dengan menanam 3000 pohon tembakau dapat menghasilkan uang sebesar 5 juta dengan modal 1,5 juta Dan saat ini  menanam tembakau 4000 pohon hanya mendapatkan uang sebesar 1,6 juta saja, dengan modal 3 juta,dan saat ini sangatlah rugi, lain dengan kerugian kerjanya sendiri dan lagi kalau harga tembakau untuk tahun ini sangat turun drastis dari harga Rp.25.000 sampai rp.35.000 sekarang hanya bisa dijual dengan kisaran rp.6000 sampai rp.15000 kata pak Halili. Tuturnya.

Hal itu akhirnya warga banyak mencari batu loncatan untuk mencari penghasilan dengan beralih menanam tomat.yang akhir-akhir ini harga tomat semakin hari semakin melonjat. ( U.B )

penulis : Ustad Bisnu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Skip to toolbar